Senin, Okt 5, 2026
SOCIOHUB
  • Regional
    RegionalTampilkan Lebih Banyak
    Kebumen Buka Peluang Kerja Sama dengan Australia di Sektor Wisata, Pendidikan, dan Perdagangan
    Agustus 4, 2026
    Bupati Kebumen Sambut Peluang Kerja Sama dengan Australia
    Agustus 4, 2026
    Pemprov DKI Selidiki Pembuangan Sampah Ilegal di Lahan Kampung Dukuh
    Agustus 4, 2026
    Krisis Air Meluas, Pemkab Bandung Barat Percepat Pembangunan 48 Sumur Bor
    Juli 22, 2026
    Respons Keluhan Warga, Wali Kota Agustina Pastikan Perbaikan Jalan Kalipancur Terus Dilakukan
    Juli 7, 2026
  • Nasional
    NasionalTampilkan Lebih Banyak
    Ratusan Santri dan Pelajar Keracunan MBG, SPPG di Sidoarjo Disuspensi
    September 4, 2026
    Outlander Tabrak Warga di Jalan Gubernur Suryo, Polisi Ungkap Kronologinya
    Agustus 24, 2026
    Karhutla Kaltim Capai 936 Hektare, Pemerintah Diminta Tak Tunggu Kondisi Memburuk
    Agustus 22, 2026
    Dua Insiden Tertemper Ganggu KRL, Kini Perjalanan Berangsur Pulih
    Agustus 22, 2026
    Flores Diguncang M7,7, BMKG Catat 4.258 Gempa Susulan dalam Sepekan
    Agustus 21, 2026
  • Internasional
    InternasionalTampilkan Lebih Banyak
    Saudi, Turki, dan Pakistan Teken Pakta Pertahanan Bersama, Perkuat Keamanan Kolektif di Tengah Gejolak Timur Tengah
    Agustus 8, 2026
    Saudi, Turki, dan Pakistan Pererat Hubungan Militer Lewat Perjanjian Bersama
    Agustus 8, 2026
    Polisi Dalami Tujuan Tiga Wanita Malaysia Membawa Narkoba ke Indonesia
    Agustus 6, 2026
    Tiga Perempuan Malaysia Diamankan di Bandara Soetta, Narkoba Ditemukan dalam Sepatu dan Barang Bawaan
    Agustus 6, 2026
    Teheran Batal Lancarkan Serangan, Kyiv Janjikan Penyelesaian Diplomatik
    Agustus 5, 2026
  • Pendidikan
    PendidikanTampilkan Lebih Banyak
    Komisi X DPR Dukung Bahasa Asing Sejak SD dengan Sejumlah Catatan
    Agustus 15, 2026
    Pemkot Semarang Perluas Akses Pendidikan Lewat Program Sekolah Swasta Gratis
    Juni 24, 2026
    SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Semarang Sediakan 6.000 Kursi Sekolah Gratis
    Juni 9, 2026
    Pemkot Semarang Bayar Tunggakan SPP 122 Siswa dari Keluarga Tidak Mampu
    Februari 27, 2026
    LPDP Respons Polemik Alumni Pamer Status WN Inggris Anak
    Februari 23, 2026
  • Olahraga
    OlahragaTampilkan Lebih Banyak
    Spanyol Taklukkan Argentina dan Jadi Juara Piala Dunia 2026
    Juli 20, 2026
    Spanyol Hadapi Argentina di Final Bersejarah Piala Dunia 2026
    Juli 16, 2026
    Clean Sheet Beruntun, Prancis Makin Dekat dengan Final Piala Dunia 2026
    Juli 10, 2026
    Mesir Ajukan Protes Resmi ke FIFA atas Kepemimpinan Wasit Francois Letexier
    Juli 9, 2026
    Wali kota Agustina Benahi Stadion TLJ, Siapkan Semarang Jadi Magnet Sport Tourism Jawa Tengah
    Juni 11, 2026
  • Teknologi
    TeknologiTampilkan Lebih Banyak
    Masuk Jaringan ASEAN, Wali Kota Agustina Perkuat Tata Kelola Smart City Kota Semarang
    Juni 22, 2026
    Pemkot Semarang dan Ilkom Undip Gelar Kampanye #Ngadudilaporsemar untuk Percepat Respon Penanganan Banjir
    Oktober 26, 2025
    Terbaik dalam Transformasi Digital, Kota Semarang Boyong Penghargaan GM-DTGI Award 2025
    September 20, 2025
    Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Puji Dukungan Masyarakat Mewujudkan Semarang Wegah Nyampah
    September 13, 2025
    Aplikasi Ayo Kerjo, Buktikan Serapan Tenaga Kerja di Jateng Tertinggi Nasional
    Agustus 26, 2025
  • Lainnya
    • Bisnis
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Sosial & Budaya
Reading: Karhutla Kaltim Capai 936 Hektare, Pemerintah Diminta Tak Tunggu Kondisi Memburuk
Share
SOCIOHUBSOCIOHUB
Font ResizerAa
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Lainnya
Search
  • Regional
  • Nasional
  • Internasional
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Lainnya
    • Bisnis
    • Ekonomi
    • Hukum
    • Sosial & Budaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Beranda » Blog » Karhutla Kaltim Capai 936 Hektare, Pemerintah Diminta Tak Tunggu Kondisi Memburuk
Nasional

Karhutla Kaltim Capai 936 Hektare, Pemerintah Diminta Tak Tunggu Kondisi Memburuk

Muhammad Noorman
Terakhir diperbarui: Agustus 22, 2026 11:08 am
Muhammad Noorman
Dipublikasikan Agustus 22, 2026
Share
Foto: Karhutla di Kaltim (Istimewa)

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan mendapat perhatian dari DPR. Anggota Komisi VIII DPR RI, Hetifah Sjaifudian, meminta pemerintah segera mengevaluasi status kedaruratan karhutla menyusul meningkatnya dampak kebakaran terhadap masyarakat.

Contents
Pemerintah Diminta Tidak Menunggu Kondisi MemburukSekolah Diminta Siapkan Protokol Kabut AsapFasilitas Kesehatan Diminta BersiapKutai Barat Catat Area Terbakar Terluas

Hetifah menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api. Ketika asap mulai menurunkan kualitas udara, mengurangi jarak pandang, dan mengganggu aktivitas warga, kondisi tersebut dinilai sudah menyentuh aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Berdasarkan data BPBD Kalimantan Timur, tercatat 413 titik karhutla dengan luas wilayah terbakar mencapai sekitar 936,95 hektare. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perlunya evaluasi terhadap tingkat kedaruratan di lapangan.

Pemerintah Diminta Tidak Menunggu Kondisi Memburuk

Hetifah mendorong pemerintah daerah bersama BPBD, BNPB, BMKG, serta berbagai instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi berdasarkan perkembangan terbaru. Menurutnya, keputusan mengenai peningkatan status kedaruratan harus didasarkan pada data dan tingkat ancaman yang ada.

Ia menilai langkah antisipasi perlu dilakukan sebelum dampak karhutla semakin meluas. Peningkatan kesiapsiagaan sejak awal dianggap lebih baik dibandingkan menunggu kondisi memburuk dan kemudian melakukan respons dalam skala yang lebih besar.

Selain persoalan pemadaman, pemerintah juga diminta memperhatikan dampak kabut asap terhadap aktivitas masyarakat, terutama kelompok yang lebih rentan terhadap gangguan kualitas udara.

Sekolah Diminta Siapkan Protokol Kabut Asap

Hetifah turut meminta pemerintah daerah dan dinas pendidikan menyiapkan langkah khusus bagi sekolah apabila kualitas udara masuk kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Menurutnya, kegiatan luar ruangan perlu dibatasi ketika kondisi udara memburuk. Sekolah juga perlu memastikan ketersediaan masker yang sesuai dan melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala.

Apabila kondisi udara sudah berada pada tingkat yang berisiko bagi kesehatan, pembelajaran jarak jauh dapat menjadi salah satu opsi sementara. Namun, kebijakan tersebut tidak harus diterapkan secara seragam di seluruh Kalimantan Timur karena kondisi kualitas udara dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Fasilitas Kesehatan Diminta Bersiap

Dampak kabut asap juga menjadi perhatian dari sisi kesehatan. Pemerintah daerah didorong meningkatkan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu dinilai membutuhkan perhatian lebih selama kualitas udara memburuk.

Langkah pencegahan juga dinilai penting untuk mengurangi dampak yang lebih besar. Pemerintah diminta memastikan setiap titik panas yang terdeteksi segera diverifikasi dan ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Kutai Barat Catat Area Terbakar Terluas

Data BPBD Kalimantan Timur per 19 Agustus menunjukkan karhutla telah terjadi di sejumlah kabupaten dan kota. Kutai Barat tercatat sebagai wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni sekitar 269,34 hektare dari 70 titik kejadian.

Sementara itu, Kabupaten Paser menjadi daerah dengan jumlah titik karhutla terbanyak, yakni 85 titik. Posisi berikutnya ditempati Samarinda dengan 75 titik dan Kutai Barat dengan 70 titik.

BPBD Kalimantan Timur juga menyebut beberapa wilayah yang saat ini menjadi perhatian karena aktivitas karhutla relatif tinggi, antara lain Berau, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara.

Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla perlu dilakukan secara terpadu. Selain memperkuat pemadaman, pemerintah juga dituntut meningkatkan pencegahan agar kebakaran tidak terus berulang selama periode kering.

Evaluasi status kedaruratan diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah antisipatif pemerintah untuk memastikan sumber daya, personel, fasilitas kesehatan, serta strategi penanganan dapat dikerahkan sesuai dengan tingkat ancaman yang terjadi di lapangan.

You Might Also Like

Dalam 2 Bulan Tiga Ketua KONI di Jateng Mundur, Bernuansa Politis dan Dampak Permenpora 14
Polda DIY Pastikan Pengamanan Aksi Tanpa Senjata
Ruas Jalan Strategis di Jateng Dikebut, Target Rampung Desember
Dugaan Korupsi di Unsoed, KPK Amankan 14 Orang dalam OTT
Pemkab Pati Pastikan Pelayanan Pajak dan PBB Kembali ke Aturan 2024

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
[mc4wp_form]
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Email Copy Link Print
Artikel Sebelumnya Dua Insiden Tertemper Ganggu KRL, Kini Perjalanan Berangsur Pulih
Artikel Berikutnya Nasabah yang Rekeningnya Diblokir Berhak Minta Penjelasan Tertulis dari Bank
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer
Twitter Youtube Telegram Linkedin
SOCIOHUB

Menyajikan berita dan video terkini dari regional, nasional dan internasional dengan sudut pandang dan nilai-nilai lokal. .

  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
  • Tentang Kami
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Nama Pengguna atau Alamat Email
Kata Sandi

Lost your password?